5 Pertanyaan Tentang Seks yang Wajib Ditanyakan ke Pasangan Sebelum Malam Pertama

Ada banyak hal yang perlu Anda berdua diskusikan matang-matang sebelum menikah. Salah satunya yakni tentang seks. Mendiskusikan perihal seks pun sebelum Anda berdua “resmi” itu penting sebab seks tidak bisa dilalaikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Ngobrol tentang seks sebelum menikah dengan pasangan juga dapat menolong masing-masing pihak menyatukan paham dan mengetahui satu sama lain dengan lebih dalam. Berikut yakni sejumlah pertanyaan tentang seks yang mesti Anda berdua saling ajukan untuk satu sama lain.

Gambar Malam Pertama

Pertanyaan perihal seks yang seharusnya Anda tanyakan pada satu sama lain

Ngobrolin seks mungkin tak bisa sebebas membicarakan siapa penyanyi unggulan Anda atau apa yang Anda lakukan seminggu ini. http://www.tokonur.com/ Karenanya agar lebih nyaman dan luwes membahas masalah intim ini, buatlah janji dengan pasangan untuk sediakan waktu khusus demi curhat empat mata.

Apa saja sih yang perlu ditanyakan soal seks sebelum menikah? Ingat, Anda berdua sepatutnya benar-benar jujur, dalam menjawabnya!

 

1. Apa pernah terkait seks sebelumnya?

Sebelum melontarkan pertanyaan tentang seks yang paling peka ini, tanyakan dahulu ke diri sendiri apakah Anda sudah siap mendengar jawabannya. Apakah jawabannya akan bertentangan dengan prinsip yang selama ini Anda pegang teguh? Jika ya, apa yang akan Anda lakukan?

 

Yang perlu diingat, kesibukan seks itu sendiri mempunyai banyak wujud, mulai dari berciuman, bercumbu (foreplay), menggesekkan alat kelamin (petting/dry humping), masturbasi, seks oral, hingga penetrasi penis. Pasangan Anda mungkin pernah mendapatkan blowjob dari eks pacarnya dahulu, tapi menganggapnya itu hanya main-main sementara Anda tidak berpikiran seperti itu.

 

Maka, samakan dulu pemahaman Anda berdua perihal apa itu seks. Kemudian, Anda perlu memikirkan tanggapan yang tepat pantas dengan jawaban yang ia berikan. Misalnya, “apakah kamu senantiasa bergonta-ganti pasangan seks?” atau “apakah kamu memakai kondom waktu itu?”

 

Anda juga perlu menentukan respon pasangan dikala ia berbalik bertanya pada Anda. Jawablah sejujurnya perihal kehidupan seks Anda selama ini. Dari sana, diskusikanlah berdua apa rencana ke depannya.

 

2. Telah pernah tes penyakit kelamin atau suntik HPV sebelumnya?

Apabila Anda atau pasangan pernah berkaitan seks (bagus dengan atau tanpa kondom) sebelumnya, hal yang berikutnya sepatutnya ditanyakan yaitu apakah mereka sudah pernah menjalani percobaan penyakit kelamin sebelumnya.

 

Tanyakan juga mengenai riwayat kesehatannya, khususnya perihal vaksin apa yang sudah pernah dijalankan oleh pasangan. Vaksin HPV ialah salah satu vaksin yang penting didapat bagi pria ataupun wanita dewasa yang sudah pernah terkait seks.

 

Menurut Debby Herbenick, Ph.D., profesor dari Indiana University, banyak orang-orang yang belum sadar apabila mereka hakekatnya sudah tertular penyakit kelamin. (Baca Juga: Jual Minyak Bulus) Padahal, ini dapat berpotensi untuk menularkan penyakit pada pasangannya.

 

3. Perlukah kita mengaplikasikan kondom (atau kontrasepsi lainnya) untuk seterusnya?

Keputusan untuk menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan perlu didiskusikan berdua dari jauh-jauh hari sebelum mengikat janji. Pasalnya, pasangan Anda mungkin berkeinginan pesat-pesat punya si kecil setelah menikah, sementara Anda berharap merasakan masa-masa bulan madu secara khusus dulu.

 

Seandainya Anda berdua berencana untuk tidak buru-buru, penerapan kondom atau pil KB untuk sementara waktu mungkin dapat jadi solusi. Sementara jika Anda berdua mantap untuk tidak ingin punya si kecil, mungkin bisa mengaplikasikan sistem lain yang lebih permanen, seperti vasektomi atau tubektomi.

 

Terlepas dari berkeinginan tidaknya punya anak, penerapan kondom untuk seterusnya selama seks meski telah berstatus suami-istri juga sepatutnya dipertimbangkan kalau salah satu dari Anda terdiagnosis positif mengidap penyakit kelamin menular. Ini bertujuan untuk menhindari efek pingpong penularan penyakit.

 

4. Apa yang Anda harapkan/inginkan dari relasi seks kita sesudah telah menikah?

Seks yaitu kesibukan yang semestinya menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat. Karenanya, penting untuk menanyakan apa yang dia harapkan dan inginkan dari Anda ketika terkait seks untuk ke depannya. Semacam malah sebaliknya. Anda perlu mempersembahkan dengan jelas apa yang Anda inginkan dari pasangan perihal seks sesudah sudah legal menikah.

 

Misalnya, apakah Anda berencana untuk punya si kecil sesudah menikah dan kapan tepatnya. Atau, menyuarakan seberapa acap kali berharap terkait seks dalam seminggu atau kondisi-kondisi seperti apa yang membikin Anda tak ingin berhubungan seks secara khusus dahulu. Umpamanya ketika kecapekan atau ketika sedang sibuk dikekang deadline kantor.

 

Anda berdua juga boleh saling mendiskusikan perihal apa-apa saja yang membuat Anda bergairah (dan apa yang mematikannya), fantasi seksual, posisi seks menantang yang selama ini ingin Anda coba, hingga hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan untuk di atas ranjang. Membicarakan hal-hal ini jauh sebelum malam pertama bisa membantu satu sama lain untuk tahu apa yang semestinya diinginkan di masa depan.

 

5. Yuk, cek kesehatan sebelum menikah?

Sebelum mantap mengucap komitmen suci, ada pantasnya Anda ajak pasangan untuk menjalani premarital checkup berdua. Tujuannya supaya saling mengetahui apakah masing-masing mempunyai “talenta” penyakit genetis atau problem kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi Anda berdua dan/atau menurun pada generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *