Category Archives: KESEHATAN

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menjalani diabetes diet

Di era milenial seperti sekarang, pola hidup sehat menjadi trensetter dimana-mana. Hal positif ini perlu untuk terus ditegakkan demi tercapainya kekuatan generasi muda untuk membangun bangsa. Hal inipun ternyata tidak kalah dikampanyekan terhadap orang yang memang sudah menderita penyakit, baik itu penyakit akut atau penyakit yang datang secara tiba-tiba ataupun penyakit kronis yakni penyakit menahun.

Pada kesempatan kali ini ada baiknya kita membantu memberikan inspirasi dan informasi terkait dengan para penyadang diabetes melitus atau kekinian lebih sering menggunakan istilah diabetisi. Secara garis besar definisi diabetes melitus adalah suatu kondisi dalam tubuh yang mana kadar gula darah atau glukosa tinggi diatas batas normal’

Untuk mudahnya pasti lah menurunkan kadar glukosa tersebut, yaitu mengurangi konsumsi gula atau makanan yang mengandung pemanis.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam diet para diabetisi

  • Mengurangi jumlah konsumsi gula, dapat dengan cara mengurangi makanan atau minuman yang mengandung pemanis, gula, madu dan susu kental manis.
  • Mengurangi lemak, untuk mengantisipasi diolahnya lemak secara berlebih sebagai pengganti glukosa
  • Mengurangi jumlah makanan yang menjadi asupan sehari-hari, pastikan untuk konsultasi dahulu dengan ahli gizi yang menangani anda sebelum anda menakar sendiri kalori yang dibutuhkan, karena kalau terlalu kurang , tubuh anda yang akan menjadi korban
  • Waktu, untuk para diabetisi yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan, karena diharuskan untuk makan diwaktu yang sama setiap harinya. Misalnya : sarapan , cemilan pagi, makan siang, cemilan sore dan makan malam pada jam yang telah dijadwalkan. Hal ini untuk membantu mengingatkan  tubuh melaksanakan tugasnya pada waktunya.

Contoh pilihan makanan yang baik untuk para diabetisi

  • Karbohidrat : nasi merah, roti tawar, gandum, umbi-umbian, jagung tawar dan oatmeal
  • Ikan-ikanan : tongkol, tuna, hindari ikan olahan dalam kaleng
  • Buah-buahan segar, boleh langsung dimakan atau dibuat jus terlebih dahulu, namun ingat : tanpa gula
  • Produk olahan susu rendah lemak seperti youghurt

Contoh pilihan makanan yang harus dihindari para dibetisi

  • Buah-buahan dan sayuran olahan dalam kaleng
  • Roti manis susu
  • Daging berlemak, gajih, kulit ayam
  • Produk susu lemak tinggi

Mengenal Penyakit Jantung Berair

1. Kenali Sejak Dini Penyakit Jantung

Penyakit jantung kini menjadi lebih dari penyakit yang umum terjadi pada seseorang. Penyakit jantung menduduki posisi pertama yang mengakibatkan kematian seseorang. Terlebih andai penyakit itu tidak menemukan penanganan yang serius sejak dini.

Hal ini menakutkan untuk beberapa penderita yang barangkali tak menyadari tanda-tanda penyakit tersebut diperbanyak dengan penyakit kompilasi lainnya.

Penyakit jantung berair gejalanya nyaris serupa dengan penyakit jantung lainnya. Beberapa hal misalnya komplikasi yang disebabkan tentulah bertolak belakang dan ada sejumlah penanganan yang bertolak belakang pula.

Banyak penderita jantung bengkak berair yang mengeluhkan kendala bernapas memang sebab pembengkakan jantung sendiri dapat menyebabkan pasokan oksigen berkurang. Itulah sebabnya jantung bengkak dan berair menyebabkan sesak napas yang dilangsungkan cukup lama.

2. Ciri-ciri Penyakit Jantung Berair

Ada beberapa ciri-ciri atau tanda-tanda yang ditunjukkan saat seseorang mengidap penyakit jantung berair, antara lain:

Mengalami gangguan pencernaan, Penderita jantung bengkak lazimnya akan merasakan gangguan pada sistem pencernaan. Sehingga, terdapat keluhan misalnya sakit perut atau pun tubuh yang semakin kurus sebab sari makanan tak terserap sempurna. Solusi yang tepat guna penderita jantung bengkak dan berair mengkonsumsi makanan yang kaya serat.

Nafas pendek, lazimnya nafas pendek tidak disertai sesak napas juga rasa nyeri di unsur dada. Oleh karena itu, tidak boleh menyepelekan sejumlah gejala pembengkakan jantung yang sangat gampang terlihat tersebut.

Setelah memahami tanda-tanda seseorang terkena resiko jantung bengkak dan berair, baiknya membicarakan pencegahan supaya jantung tetap sehat dan bekerja dengan sebagaimana harusnya, inilah sejumlah hal yang bisa menjauhkan diri dari resiko jantung bengkak dan berair:

– Seseorang yang berolahraga bakal dapat menghasilkan keringat dan pemompaan darah yang baik sehingga mengalirkan sirkulasi darah dari dan ke semua tubuh. Berolahraga pun menghindarkan seseorang dari risiko terserang penyakit beda pemicu jantung bengkak dan berair misalnya diabetes, hipertensi, obesitas, dan lainnya.

– Melakukan pengecekan medis terhadap seluruh situasi tubuh tidak ada salahnya. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi sejak dini segala kemungkinan yang bisa terjadi kapanpun.

Cara Mengatasi Lemah Jantung: Pengobatan Medis dan Alternatif

Kardiomiopati atau lemah jantung ialah kelainan yang terjadi pada otot jantung. Kelainan ini menyebabkan lemahnya kinerja jantung. Selain itu, lemah jantung juga bisa menyebabkan darah tidak terpompa dengan baik. Cara mengatasi lemah jantung akan disesuaikan dengan jenis lemah jantung yang diderita.

Namun, tujuannya tetap sama, yakni mencegah terjadinya komplikasi maupun gagal jantung. Pengobatan lemah jantung bisa dilakukan secara medis maupun secara alternatif.

Pengobatan Medis: Dari Pemberian Obat Hingga Tindakan Operasi

  1. Dilated Cardiomyopathy

Penderita lemah jantung jenis ini akan diberikan obat-obatan. Fungsi obat-obatan yang diberikan juga bermacam-macam. Mulai dari menurunkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah, memperlambat denyut jantung, mencegah darah menggumpal, hingga mengeluarkan kelebihan cairan dalam tubuh.

  1. Hypertophic Cardiomyopathy

Pasien akan diberikan obat-obatan untuk mengurangi tenaga saat memompa jantung. Selain itu, obat-obatan juga berfungsi membuat ritme jantung menjadi stabil dan rileks. Pasien juga bisa diberikan implan defibrilator kardioversi untuk mengurangi dan mengontrol denyut jantung.

  1. Restrictive Cardiomyopathy

Lemah jantung jenis ini diobati dengan konsumsi obat diuretik. Tujuannya ialah untuk mengontrol kadar garam, sodium, dan air berlebih. Pasien juga akan diberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan darah dan mengotrol ritme jantung.

  1. Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy

Pengobatan dilakukan untuk mengontrol ritme denyut jantung. Pasien juga dapat diberikan implan difibrilator kardioversi. Selain itu, dapat juga dilakukan proses pengangkatan sebagian jaringan jantung yang mengalami gangguan.

Pengobatan Alternatif: Pembuatan Ramuan Penyakit Jantung

Selain pengobatan medis, pasien lemah jantung juga bisa melakukan pengobatan alternatif.

Terdapat 2 jenis tanaman yang telah diteliti dapat mengobati lemah jantung, yakni:

  1. Daun Sukun

Senyawa sitosterol dan flavonoid pada daun sukun bisa meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Untuk membuat ramuan daun sukun, diperlukan daun sukun tua dan 5 gelas air. Pertama-tama, daun sukun dicuci bersih dan direbus dengan 5 gelas air. Setelah air tersisa separuhnya, barulah ramuan siap diminum.

  1. Manggis

Manggis mengandung vitamin C dan E yang baik untuk kinerja jantung. Manggis juga bisa memperlebar pembuluh darah dan menguatkan otot jantung. Selain dikonsumsi langsung, banyak juga obat herbal berbahan manggis yang dijual di pasaran.

 

Efusi Perikardium

Penyakit ini salah satu penyakit jantung yang terjadi tanpa gejala. Justru penyakit tanpa gejala adalah penyakit yang berbahaya, sebab tidak kita ketahui kapan kedatangannya dan telah seberapa parah.

DOKTER – Kondisi jantung pada saat penyakit ini menyerang adalah adanya penumpukan cairan di dalam ruang diantara perikardium (lapisan yang menyelubungi jantung). Keadaan normal, ruang perikardium berisi cairan kuning sebanyak kurang lebih 2-3 sendok makan. Namun jika perikardium terkena efusi maka cairan tersebut bisa bertambah mencaoat 100 mililiter. Penumpukan ini menyebabkan tekanan yang tinggi pada jantung dan sangat membahayakan nyawa penderita.

GEJALA EFUSI PERIKARDIUM

Seperti keterangan diatas, Efusi Perikardium sendiri tidak langsung menimbulkan gejala. Gejala akan mulai terlihat dan terasa jika tumpukan cairan sudah banyak.

Gejalanya pun dirasakan ketika penderita mengalami tekanan pada organ sekitar jantung, yaitu paru-paru, lambung, saraf lainnya. Gejala yang muncul ketika tekanan tersebut tidak dapat mengendur,

Gejala yang dirasakan penderita:

  • Napas yang pendek
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Perut terasa penuh dan kembung
  • Sulit dalam menelan
  • Nyeri dada jika menaik panapas panjang
  • Demam

Kasus ini berkembang secara cepat, jika sudah mulai berkembang maka akan menghasilkan jantung berdebar, napas pendek, keringat pendek sampai akhirnya dapat pingsan. Gejala-gejala dii atas perlu cepat mendapatkan penanganan medis, karena sangat membahayakan nyawa.

PENYEBAB

  • Infeksi karena bakteri, TBC
  • Cedera pada lapisan jantung karena kemoterapi, dan penanganan medis lainnya.
  • Gagal ginjal yang menyebabkan limbah tubuh menumpuk dalam darah.
  • Cedera dan luka tusuk pada sekitar bagian jantung.
  • Kanker yang menyebar ke perikardium
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Serangan jantung yang menimbulkan peradangan
  • Peradangan pada perikardium. Cairamn akam semakin banyak jika peradangan semakin parah. Salah satu penyebabnya adalah virus, misalnya; HIV, coxsaxkievirus, echoviruses
  • Autoimun

Tidak sedikit kasus efusi perikardium yang tidak dikenali akibat dan sebabnya. Namun itu termasuk dalam Efusi Perikardium dengan jenis idiophatic pericardial effusion.

Demikian merupakan beberapa penjelasan mengenai Efusi Perikardium

Penyebab Penyakit Jantung

Penyakit Jantung adalah salah satu penyakit mematikan yang membunuh 35% populasi di dunia tiap tahunnya. Menurut WHO, penyakit jantung berada di peringkat pertama penyebab kematian di dunia.

Penyebab utama dari penyakit jantung koroner sendiri adalah timbunan lemak yang menyumbat pembuluh darah jantung, sehingga pekerjaan jantung tidak dapat maksimal sebab darah yang berlari ke jantung akan semakin berkurang (Akibat fatalnya mudah terkena Serangan Jantung). Selain itu, kejadian seperti ini dapat menimbulkan Penggumpalan darah.

Selain dari pada itu semua ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko penyakit Jantung, yaitu;

  • HIPERTENSI / TEKANAN DARAH TINGGI

Jika tekanan darah diatas 140/90 mmHg itu bisa disebut juga tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi sendiri berarti jantung akan bekerja lebih keras. Karena pemompaan darah yang tinggi akan membebani jantung dan pembuluh darah.

Makanan yang tinggi akan garam akan memicu Hipertensi.

  • KEBIASAAN MEROKOK

Perokok memiliki resiko 25% lebih tinggi terkena penyakit jantung. Zat kimia pada rokok seperti Nikotin, karbon monoksida, dan lainnya akan memacu jantung bekerja lebih cepat dan pastinya darah perokok tidak sehat seperti orang yang pasif rokok.

Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan penggumpalan darah yang menyebabkan penyakit jantung sering terjadi.

  • DIABETES

Diabetes menyebabkan pembuluh darah memiliki dinding yang tebal, sehingga sangat memungkinan untuk terjadi penggumpalan darah. Maka dari itu, penderita diabetes akan memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan jantung.

  • JENIS KELAMIN

Penyakit jantung sendiri lebih banyak diderita oleh laki-laki dari pada perempuan. Dalam usia lebih dari 50 tahun, laki-laki dan perempuan akan memiliki resiko yang sama dalam mengalami serangan jantung.

  • KELEBIHAN BERAT BADAN / OBESITAS

Obesitas akan memicu terjadinya serangan Jantung, karena penyebab obesitas sendiri adalah lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Lemak ini sendiri menjadi penyebab utama seseorang terkena serangan jantung.

  • USIA

Seiring dengan bertambahnya usia kondisi pembuluh darah yang elastis akan berkurang ke-elastisannya/ kaku. Tugas pembuluh darah juga tidak akan sebaik ketika muda. Maka dari itu, makin tua usia makin besar resiko.